Wulani Wihardjono, MBA – Sukses Mengatapi Nusantara

Sumber daya manusia jua menjadi ranah yang tidak ketinggalan disasar demi kemajuan perusahaan. Terlebih jika ada sistem baru yang berlaku sesuai tuntutan zaman yang memang selalu dinamis. Penerapan formasi orang baru dan orang lama dipraktekkan, tujuannya, agar orang lama menularkan pengalamannya dan orang baru membawa angin perubahan.



Pastinya pernah dengar nama PT Tatalogam Lestari, malah bagi yang berkutat dengan dunia konstruksi nama Tatalogam pasti sudah tidak asing lagi. Betapa tidak, perusahaan yang mulai dirintis pada tahun 1994 ini adalah penguasa pasar genteng metal di Indonesia dengan meraup pangsa besar 80%.



Dari awal berdisi, perusahaan pemimpin pasar atap metal zincalume ini terus berinovasi, tak hanya memproduksi jenis genteng, namun juga membuat pendukung bangunan lain seperti metal kaso, kuda-kuda baja ringan, hingga pagar. Adalah Multi Roof, Sakura Roof, Multi Sirap, Fancy, Soka Jempol, Sakura MX, Sakura Tuss dan Taso merupakan nama-nama dagangnya.









Wulani Wiharjono, MBA., CEO PT. Tatalogam Lestari - Alumni Program MBA angkatan IXA, PPM School of Management.

Wulani Wiharjono, MBA., CEO PT. Tatalogam Lestari – Alumni Program MBA angkatan IXA, PPM School of Management.







Tatalogam merupakan perusahaan keluarga yang didirikan pasangan Yarrianto Rismono dan Wulani Wihardjono. Nama yang terakhir disebut bisa dibilang merupakan ‘motor’ dari semuanya tentang Tatalogam. Ir. Wulani Wihardjono MBA. adalah alumni program MBA (sekarang MM-Magister Manajemen) PPM School of Management angkatan IXA. Saat ini menjabat sebagai CFO PT Tatalogam Lestari.



Ibu Lani, begitu beliau biasa dipanggil. Lahir di Semarang 27 Mei 1952, awal masuk dunia kerja selepas lulus S1 berkarir di Balai Penelitian Departemen Perindustrian. Karena dirinya ‘tidak bisa diam’ dan melulu bertugas di belakang meja, akhirnya memilih untuk hengkang jadi PNS. “Opo sih, kayak orang hidup kok disia-siakan, cuma kerja duduk-duduk di meja,” ujar anak ke-3 dari 9 bersaudara ini.



Berlabuhlah Ibu Lani di perusahaan penghasil minyak goreng, selama 16 tahun Ia bekerja di sana, mulai dari sales dan berakhir sebagai direktur. Tahun 1997, sang suami resmi meminangnya untuk membantu total di Tatalogam, yang pada 1994 telah dirintis bersama sebelumnya. Di tangannya, Tatalogam melaju pesat, permintaan terus melambung. Untuk mendukung operasional sekarang Tatalogam mengoperasikan empat pabrik besar, tiga di Cikarang dan satu di Cibitung, diperkuat 900 karyawan dan mampu menghasilkan produk baja ringan sebanyak 15.000 ton/bulan.



Tak heran karena prestasinya maka Ibu Lani meraih Anugerah Kadarman 2007 kategori Strategic Change Leader bidang ENTREPRENEURSHIP. Beliau terpilih atas keberhasilannya memanfaatkan peluang bisnis dengan sangat jeli dan tepat hingga berkontribusi secara nasional dan kini memegang mayoritas pasar di industrinya walau memasuki bisnis tersebut bukan sebagai pemain yang pertama.



Mimpinya untuk mengatapi Nusantara kini bisa dibilang telah nyata, ibu dua anak ini mengku, dahulu sempat takut menggeluti bisnis ini (genteng). “Takut ditolak pasar dan takut banyak yang niru. Kan di awal tahun Tatalogam berdiri masyarakat belum kenal dengan genteng bahan metal” kisahnya, inovasi dianggap hal yang penting selain komitmen memberikan yang terbaik bagi pelanggan.



Menurutnya, perusahaan yang tidak berinovasi adalah perusahaan yang mati. Tidak ada satu perusahaan pun yang dapat bertahan digerus zaman bila tidak melakukan inovasi. Kami (Tatalogam-red) selalu berpikir ke depan, melihat peluang dan terutama melakukan invosi, terlebih dalam inovasi proses yang bisa memangkas waktu dan berujung efektivitas. Jangan berhenti dalam zona nyaman, karena good adalah musuh nyata dari great.



Urusan inovasi tidak main-main diterapkan Ibu Lani di Tatalogam, demi mengejar inovasi berkelanjutan, maka budaya inovasi didorong di perusahaan dengan melibatkan seluruh elemen karyawan, semuanya senantiasa ‘dituntut’ untuk berpikir dan berinovasi. “Jadi, inovasi tersebut bukan hanya datang dari atas, tetapi dari seluruh lini dan disempurnakan bersama”, imbuhnya.



Buah inovasi dalam hal produk dan proses yang baru-baru ini di Tatalogam adalah produk BBHouse, yang dilakukan oleh seluruh manajer dan karyawan lintas divisi. BBHouse sendiri merupakan rumah sehat anti rayap, berbahan atap metal dan rangka baja ringan serta dinding dari bata ringan. Proses pembuatan satu rumah hanya memakan waktu lima hari dengan installman (tukan) terlatih dari Tatalogam, terang Ibu Lani.



Sumber daya manusia juga menjadi ranah yang tidak ketinggalan disasar dmi kemajuan perusahaan. Terlebih jika ada sistem baru yang berlaku sesuai tuntutan zaman yang memang selalu dinamis. Penerapan formasi orang baru dan orang lama dipraktekkan, tujuannya, agar orang lama menularkan pengalamannya dan orang baru membawa angin perubahan.



“Kalau dari sisi leadership, senantiasa bagaimana saya dapat menginspirasi staff dan karyawan untuk mewujudkan visi bersama dengan upaya melatih dan melibatkan mereka dalam hal-hal strategis. Budaya perusahaan juga tidak boleh kehilangan valuenya, seperti halnya Sekolah Tinggi Manajemen PPM yang mempunyai value yang baik dan agung, maka kita wajib menanamkan nilai-nilai baik perusahaan.” tutup perempuan ramah dan riang ini menyoal strong leadership. (RIF)



Sumber: http://swa.co.id/business-update/ppm/wulani-wihardjono-mba

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.