Meski Rapor Sekolah Merah, Kini Putra Jadi Miliuner

Tidak ada kerja keras yang sia-sia. Andika Sutoro Putra alias Putra pun sudah membuktikan kenyataan tersebut. Terlahir dan dibesarkan dari keluarga sederhana, prestasi Putra kecil di sekolah kurang menonjol. Toh, itu bukan berarti masa depannya akan suram. “Waktu itu, orang tua saya sering dipanggil ke sekolah karena nilai saya rendah. Di sekolah, saya ranking 37 dari 38 siswa,” ucap anak seorang pekerja bengkel kecil di Singkawang, Kalimantan Barat ini mengenang masa prihatinnya.

uph

Andika Sutoro Putra







Kemiskinan yang bertahun-tahun dialami Putra menjadi lecutan dirinya untuk segera bangkit. Putra tak ingin sepanjang hidupnya menjadi orang kekurangan. Nah, bermula dari perkenalannya dengan seorang supplier CD Suara Walet di Singkawang, roda kehidupannya berputar sangat dahsyat. Dari sinilah titik balik kehidupan barunya menuju lingkaran kesejahteraan dimulai.







Putra mulai merintis usahanya berjualan lewat online. Dia berhasil meraup ratusan juta rupiah dari penjualan online tersebut. Putra yang kala itu masih remaja, tidak tertarik untuk menghabiskan uangnya untuk bersenang-senang. Dia justru sibuk mengikuti kelas-kelas yang ditawarkan oleh Tung Desem Waringin, sang motivator yang dikenal bertangan dingin menangani bisnis atau investasi.



Dengan bekal ilmu yang dimilikinya, ia mulai merintis usaha-usaha barunya di Singkawang dan Jakarta. Dia juga melibatkan kerabat dekatnya dalam membangun usahanya ini. Beragam usaha dibangunnya, mulai dari pakaian, kuliner, interior, garmen hingga properti. Putra saat itu memiliki proyek properti di Bali, perumahan di Bintaro dan apartemen di Bandung.



Tak semudah membalik telapak tangan memang. Dalam waktu dua tahun, banyak usaha yang dibangunnya mengalami kegagalan. “Saya pernah dua kali tertipu oleh investasi bodong,” ujarnya. Hal tersebut tidak membuatnya patah arang. Putra justru bangkit dan belajar dari kesalahannya. Salah satu usaha yang masih berjalan adalah investasi di pasar saham.



Putra sendiri bertindak sebagai pengelola dana independen. Dia mengelola dana keluarga, kerabat dan teman-temannya. Portfolio yang dikelolanya tumbuh hingga 400 persen. Empat tahun dia mengelola usahanya ini.



Menginjak usia 18 tahun, Putra sudah memiliki empat apartemen dan mobil. Dia juga melanjutkan pendidikannya di jurusan Management & Business School di Universitas Pelita Harapan, Tangerang. Di usia 18 tahun pula, Putra mulai investasi di real estate. Di bawah Magenta Development, Putra berhasil mengembangkan dan mengelola 22 ruko di Kalimantan Barat. Proyek ruko ini bernilai lebih dari Rp 30 miliar. Tidak hanya pengembangan dan pengelolaan, dia juga melakukan analisis investasi properti serta mengelola aktiva fisik lainnya.



Putra yang memiliki hobi kuliner ini mendirikan Pungopang, resto es krim dan dessert ala Korea di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara pada Juni 2014. Restonya ini telah dinobatkan oleh Tokopedia sebagai 7 Cafe dengan Ice Cream terunik di PIK yang wajib dicoba.



Putra juga mendirikan Richvolution Community yang dulunya bernama Komunitas Investor Muda Indonesia (KIMI). “Komunitas ini ingin mengubah pola pikir anak muda agar dapat menciptakan lapangan kerja saat mereka lulus kuliah nanti. Mereka jangan lagi berpikir dimana mereka akan bekerja, tapi bagaimana ciptakan lapangan kerja,” ungkapnya. Di tahun ini, dia tengah membuat buku tentang investasi. Buku tersebut rencananya akan diterbitkan Juni mendatang. (EVA)



Sumber: http://swa.co.id/profile/meski-rapor-sekolah-merah-kini-putra-jadi-miliuner

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.