Category Archives: News & Article

Jurusan Akuntansi dan Keuangan RI Makin Diakui Dunia

Universitas Indonesia (UI) meraih predikat sebagai perguruan tinggi dengan jurusan akuntansi dan keuangan terbaik di Indonesia dan meraih peringkat ke-162 jurusan akuntasi dan keuangan terbaik di dunia. Penilaian tersebut dilakukan oleh Quacquarelli Symonds (QS) World University Ranking by Subject tahun 2017 terhadap 1.100 institusi di 74 negara di dunia.

Jurusan akuntansi dan keuangan UI berada di bawah naungan Departemen Akuntansi dan Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI (FEB UI) yang telah berkiprah sejak tahun 1950. Pada kategori “Accounting and Finance” UI menduduki peringkat 162 Dunia dan 39 di Asia.

Sementara itu pada kategori “Economics and Econometrics”, UI berada pada peringkat 367 dunia dan 73 di Asia. Sedangkan secara keseluruhan pada rumpun Social Sciences and Management, UI berada pada peringkat 207 Dunia dan 69 di Asia.

“Kami berbangga hati atas predikat tersebut. Pencapaian FEB UI tidak terlepas dari pemenuhan seluruh parameter pemeringkatan. Sesuai dengan visi FEB untuk menjadi pusat pembelajaran ekonomi dan bisnis yang unggul di Asia, saat ini FEB UI fokus pada peningkatan kurikulum dan kegiatan akademik berbasis internasional,” kata Dekan FEB UI Ari Kuncoro dalam keterangan tertulis, Jumat (10/3).

FEB UI juga tergabung dalam jaringan akreditasi internasional serta aktif berkolaborasi dalam pendidikan bilateral dengan berbagai negara di Asia, Eropa dan Australia. “Diharapkan dengan upaya internasionalisasi tersebut, FEB UI mampu mencetak pemimpin yang memiliki tanggung jawab sosial dan mampu menghadapi perubahan lingkungan global,” tambah Ari.

Sebelumnya, pada Januari 2017, FEB UI juga meraih penghargaan sebagai Sekolah Bisnis Unggul dengan jaringan internasional yang luas (Excellent Business School with Reinforcing International Influence) dan meraih peringkat ke-39 dari 150 Sekolah Bisnis Terbaik di Asia berdasarkan pemeringkatan yang dilakukan oleh Eduniversal Best Business School Ranking – sebuah lembaga pemeringkatan internasional ternama berbasis di Perancis yang telah diakui dunia.

Pemeringkatan QS World University Ranking by Subject tahun 2017 didasarkan pada empat parameter yaitu Academic Reputation (mengukur unsur akademik secara menyeluruh), Employer Reputation (mengukur kualitas dan reputasi para alumni perguruan tinggi di dunia kerja), Research Citations Per Paper (mengukur jumlah kutipan pada setiap publikasi ilmiah yang dihasilkan para sivitas akademika perguruan tinggi), lalu H-Index (mengukur produktivitas dan dampak publikasi ilmiah yang dihasilkan para peneliti atau dosen perguruan tinggi).

Sumber : https://www.jawapos.com/read/2017/03/10/115318/jurusan-akuntansi-dan-keuangan-ri-makin-diakui-dunia

5 Tips Mengelola Akuntansi untuk Bisnis Kecil

JAKARTA, KOMPAS.com – Namanya bisnis, baik besar ataupun kecil bukanlah hal yang mudah. Anda harus menaruh banyak konsentrasi kepada bisnis Anda, mulai dari mengurus produk, alur penjualan, pemasukan dan pengeluaran dan tentunya mengelola keuangan secara keseluruhan.

Karena bisnis dijalankan supaya menguntungkan maka Anda harus bisa memutar modal dan menjual produk atau hasil bisnis sehingga menjadi menguntungkan.

Hal ini memang tidak mudah, karena banyak pengusaha yang justru bangkrut dan bukan karena kegagalan dalam berbisnisnya melainkan gagal dalam mengelola keuangan atau akuntansinya.

Berikut ada 5 tips utama yang bisa Anda perhatikan, untuk mengelola akuntansi untuk bisnis yang masih mendasar atau berukuran kecil.

Sistem Yang Jelas

Meskipun memiliki bisnis yang tidak berkembang atau belum berkembang terlalu besar, namun Anda harus bisa menilai mana yang paling dibutuhkan dalam mengatur bisnis. Tips pertama yakni sistem yang teratur dan benar.

Dengan sistem yang benar dalam manajemen atau bisnis kecil, maka akan mudah mengelola akuntansi Anda. Sistem bisa berbagai macam, misalnya job desk, karyawan, alur kerja, sistem manajemen, penggajian karyawan, dan pengelolaan modal usaha.

Jika sistemnya saja sudah salah, maka bisnis ini dijamin akan terus merugi atau bahkan hanya berjalan sementara.

Seringnya bisnis kecil tidak mementingkan sistem karena merasa masih kecil, atau karyawan hanyalah teman-teman atau tetangga dan saudara. Padahal sistem yang benar akan membantu Anda.

Pembayaran yang Jelas

Zaman sudah modern sekarang, ketika berbisnis dulu mungkin melakukan pembayaran dan kerjasama diharuskan menggunakan wesel, cash, dan lainnya. Namun sekarang ini uang sudah bisa ditransfer dengan mudah dan lebih aman.

Sayangnya, pembayaran lewat bank tidak memiliki bukti pembayaran yang berbentuk fisik. Padahal hal itu sangat dibutuhkan untuk pembukuan dan laporan keuangan dalam bisnis kecil Anda.

Mungkin Anda bisa mempermudahnya dengan pembayaran dan menyertakan bukti invoice atau sejenisnya yang ditandatangani kedua belah pihak baik Anda sebagai pebisnis, atau mereka sebagai partner atau konsumen. Sehingga semua laporan keuangan terbukti lewat fisik dan tentunya aman.

Pembukuan

Meskipun bisnis kecil, tidak menutup kemungkinan terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya kerugian tidak terduga, barang hilang, oknum yang tidak bertanggung jawab, atau karyawan yang berlaku curang dalam bisnis kecil Anda.

Cobalah untuk membuat pembukuan rutin yang mencatat seluruh pengeluaran dan pemasukan secara jelas.

Dengan begitu Anda juga bisa mengontrol seberapa banyak pengeluaran dan pemasukan setiap waktu tertentu misalnya perbulannya.

Berapa keuntungan yang didapat atau berapa kerugian yang ditanggung. Pisahkan juga antara pembukuan keuangan pribadi dan bisnis kecil Anda agar tidak tercampur.

Jangan Tergiur Keuntungan

Ketika mendapatkan keuntungan yang lumayan besar dari bisnis kecil Anda maka jangan tergiur akan hal tersebut. Sisihkan keuntungan Anda untuk mengelola keuangan bisnis dan alihkan ke dalam modal kembali.

Buat bisnis Anda menjadi lebih berkembang dan lebih besar. Sehingga usaha Anda tidak selamanya kecil dan diam ditempat saja, beranikan untuk mengembangkan bisnis.

Meskipun tidak mudah namun mengalihkan keuntungan menjadi modal tambahan juga termasuk tips mengelola akuntansi usaha agar tidak habis begitu saja, namun ditambahkan untuk membesarkan bisnis agar keuntungannya menjadi naik selanjutnya.

Pikirkan Rekrutmen Karyawan

Selanjutnya adalah rekrutmen karyawan yang harus dipikirkan. Di mana Anda jangan sembarangan merekrut, selain bisnis masih berukuran kecil, Anda juga memiliki keuntungan dan pemasukan yang masih terbatas.

Pekerjakan karyawan sesuai dengan yang dibutuhkan saja, jangan melebihi kapasitas dan juga kekurangan karyawan sehingga Anda keteteran alias repot sendiri.

Bagaimanapun mereka memiliki hak yang harus dipenuhi termasuk gaji, maka pikirkan juga hal tersebut karena termasuk dalam pengelolaan keuangan.

Mengelola akuntansi penting hukumnya meskipun Anda tergolong bisnis kecil. Bagaimanapun, flow atau alur keuangan dari usaha haruslah terlihat.

Agar keuangan teratur dengan benar, apalagi masalah uang merupakan hal yang paling sensitif dan menyebabkan efek yang besar jika terjadi masalah dan salah satunya adalah kebangkrutan.

Banyak usaha kecil yang akhirnya gulung tikar karena kesalahan pengelolaan atau mengatur keuangan

 

Sumber : http://ekonomi.kompas.com/read/2017/05/27/060000726/5.tips.mengelola.akuntansi.untuk.bisnis.kecil.

Akuntansi Publik Utamakan Non Profit

JAKARTA – Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) Yogyakarta, Irwan Taufiq Ritonga, Ph.D mengatakan, tujuan akuntansi publik adalah untuk memberikan pelayanan kepada publik (non profit oriented). Sementara, akuntansi bisnis bertujuan untuk maksimalisasi laba (profit oriented).

Menurut Irwan, karena tujuan pendiriannya berbeda, pasti akuntansinya berbeda. Dikatakannya, beberapa hal yang menyebabkan keduanya berbeda di antaranya motif pendirian dan sumber pendanaan yang berbeda. Selain itu, perbedaan motivasi dan latar belakang pendirian entitas, cara pencapain tujuan entitas, dan sumber pendanaan entitas. Kesemua itu berimplikasi terhadap pengelolaan keuangan entitas publik dan entitas bisnis.

“Aspek pengelolaan keuangan yang terimplikasi, antara lain pada aspek perencanaan dan penganggaran, serta akuntansi yang meliputi akuntansi keuangan, akuntansi manajemen, maupun analisis laporan keuangan juga berbeda,” kata Irwan pada focus group discusion ‘Kurikulum Akuntansi Keuangan Publik’ yang diselenggarakan Forum Dosen Akuntansi Sektor Publik (FDASP) bekerjasama dengan Jurusan Akuntansi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur di Surabaya.

Guru Besar FEB UGM, Prof. Dr. Abdul Halim berpandangan, akuntansi publik dan akuntansi bisnis berasal dari dua hulu yang berbeda, yang membentuk “sungainya” masing-masing. Oleh karena itu, kata Halim, penggunaan kata “sektor” pada akuntansi sektor publik atau akuntansi sektor pemerintahan seolah mengecilkan akuntansi pada organisasi ini. Fenomena ini seolah-olah menunjukkan akuntansi publik merupakan cabang dari suatu “dunia” akuntansi yang lebih besar.

“Seharusnya penyebutan yang paling tepat adalah akuntansi publik, yaitu dengan menghilangkan kata ‘sektor’. Bahwa, akuntansi publik adalah akuntansi yang memiliki hulu sendiri yang terpisah dari hulu akuntansi bisnis,” kata Ketua Program Magister Akuntansi UGM itu.

Sementara, Ketua Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Kompartemen Pendidik, Prof. Dr. Nunuy Nur Afiah mengapresiasi langkah FDASP mengupdate kurikulum akuntansi sektor publik sesuai kebutuhan stakeholder. Dia menjelaskan, kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) untuk program studi sarjana (S1) bersifat general. Meski demikian, program studi di universitas masing-masing dapat menyusun mata kuliah pilihan (konsentrasi) sesuai learning outcome yang ingin dicapainya.

“Saya berharap penyusunan Kurikulum Akuntansi Keuangan Publik dapat menghasilkan rumusan kurikulum yang update dengan kondisi terkini,” kata Guru Besar Universitas Padjajaran Bandung itu.

Diketahui, FGD ini juga menghadirkan narasumber lain, diantaranya Rahmadi Murwanto, Ph.D (STAN),  Dr. Syukri Abdullah (Universitas Syiah Kuala), Prof. Indra Bastian (UGM), Dr. Ihyaul Ulum (UMM), dan Dr. Indrawati Yuhertiana (UPN). FGD ini diikuti oleh 50 dosen dari 50 PTN/PTS di Indonesia

Sumber : https://ekbis.sindonews.com/read/1194357/34/akuntansi-publik-utamakan-non-profit-1491361724