Visi & Misi Program Studi Akuntansi Univ. Narotama

More »

Company Visit @ Wendys Surabaya

More »

Factory Visit @ PT Campina Ice Cream Industry Surabaya

More »

 

BEKRAF: Tidak Boleh Ada Regulasi yang Hambat Kreativitas

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf, menyatakan, dari awal pihaknya mendukung keberadaan Virtual Office dan Co-Working space di Indonesia. “Bekraf membawahi seluruh orang kreatif di Indonesia jadi kami bertanggung jawab untuk mendukung regulasi yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu,” ujarnya. Virtual Office dan Co-Working Space telah melahirkan sharing economy yang bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi kreatif dalam negeri. Menurutnya, zaman sekarang sudah borderless, sehingga diharapkan tidak ada regulasi yang menghambat kreativitas orang kreatif di Indonesia.

Belanja Pemerintah Dorong Pertumbuhan Investasi 2016

Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan membaik, yaitu di sekitar 5,2 persen untuk tahun 2016 ini. Gundy Cahyadi, DBS Group Research, menyatakan, pertumbuhan konsumsi stabil di sekitaran 5 persen. Ia melihat pertumbuhan investasi akan membaik didorong oleh pembelanjaan pemerintah, terutama di bidang infrastruktur.

Pertumbuhan konsumsi juga relatif stabil apalagi sektor ini menjadi pilar utama pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini dipengaruhi oleh perbaikan kepercayaan konsumen terlihat dari kenaikan impor barang konsumsi. Selain itu oleh kenaikan Penghasilan Tidak Kena Pajak dari Rp 3 juta per bulan menjadi Rp 4,5 juta.

Antonius Bong, Garap e-Commerce Lewat Cantik.com

Kreasi bisnis anak muda bernama Antonius Bong ini seperti tak ada matinya. Sejak 10 tahun lalu beberapa bisnis telah dikembangkan, dan masih berjalan hingga sekarang. Mulai dari bisnis kemasan, kafe, hingga studio game. Belakangan, Antonius masuk ke bisnis e-commerce dengan mengembangkan toko online khusus fashion wanita: Cantik.com.

Antonius BongKiprah kewirausahaannya dirintis ketika ia selesai kuliah di sebuah universitas di Melbourne, Australia, pada 2006. Ketika itu, ia dan beberapa temannya mendirikan perusahaan impor kemasan dari Indonesia (ke Australia), bernama Inkers Printing. Bisnis ini hanya dijalani lulusan bidang akunting dan TI ini selama tiga tahun. Alasannya, ia memutuskan kembali ke Indonesia setelah melihat banyak peluang yang bisa dikembangkan.

Di Indonesia, Antonius mengawali bisnisnya dengan mengembangkan cyber cafe —kafe dengan fasilitas Internet– bernama Cyberia. Sampai saat ini, Cyberia telah memiliki enam gerai, tersebar di Bandung dan Jakarta.

Pada 2012, ia mengembangkan sayap bisnisnya, dengan mendirikan studio game bernama Aston Code, yang membuat aplikasi game untuk Android dan iOS. Hingga saat ini Aston Code masih aktif membuat game. Salah satu produk game-nya yang paling hit adalah Harmoni, aplikasi karaoke untuk anak-anak.

Tak berhenti di situ, pada akhir 2014 Antonius bersama tiga temannya, yaitu Sam Tanuwidjaja, Indra Gunawan, dan Wenas, merintis bisnis e-commerce lewat situs Cantik.com. Agar lebih fokus mengembangkan bisnis e-commerce, ia menyerahkan bisnis-bisnis yang sudah dikembangkannya kepada para profesional. “Peluang Cantik.com untuk berkembang sangat besar, maka saya fokus di sini,” kata Antonius memberi alasan.

Menurut dia, dipilihnya bidang e-commerce fashion, terutama untuk wanita, karena secara global pertumbuhan bisnis ini sangat tinggi. “Kami menyasar mass market. Karena itu, kami menggunakan slogan ‘Semua Bisa Cantik’,” tuturnya. Dipilihnya segmen mass market karena potensinya sangat besar. Di Jakarta saja, jumlah orang yang berbelanja online 6 juta orang. Di seluruh Indonesia 11 juta. “Potensinya sangat besar dan pemain yang menyasar mass market belum banyak,” ucapnya.

Cantik.com menjajakan beragam produk aparrel untuk wanita, dengan kisaran harga relatf murah, mulai dari Rp 70 ribuan hingga Rp 180 ribuan. Maklum, semua produknya lokal, tetapi diklaim berkualitas ekspor. “Meski murah, kami menjamin kualitas produknya terjaga, dan modelnya up-to-date,” Antonius mengklaim. “Kebanyakan e-commerce fashion yang ada kan menyasar pasar kelas atas, belum ada yang melirik ke mass market. Kami yang pertama masuk,” ia menambahkan.

Menurut Antonius, pihaknya mengontrol mutu produk yang ditawarkan Cantik.com. “Hingga hari ini, return rate di Cantik.com nyaris nol. Artinya, pelanggan sangat puas,” katanya.

Pihaknya didukung oleh orang-orang yang berpengalaman (kini ada tujuh orang) di bidang merchandising. Total karyawannya sekitar 60 orang. Tiap hari, timnya melakukan evaluasi, mana yang paling diminati dan mana yang kurang diminati. Agar pelanggan lebih tertarik, pihaknya menggratiskan ongkos kirim ke seluruh Indonesia. “Cantik.com memang ingin membuat semua wanita cantik tanpa terhalangi ongkos kirim yang mahal,” ucap Antonius.

Kendati begitu, diakuinya, shipping cost di Indonesia tergolong tinggi. Namun, tidak semua pelanggan Cantik.com berasal dari daerah yang jauh. Justru, lebih dari 50% pelanggan Cantik.com berasal dari Jawa yang ongkos kirimnya masih terjangkau, Rp 7-8 ribuan. “Kami belum memutuskan sampai kapan bisa memberikan free shipping cost ini. Kalau perlu sih, selamanya,” ujarnya seraya tersenyum.

Dengan cara membuat bebas ongkos kirim, Antonius meyakini akan banyak menarik pembeli. Setelah senang dan puas, pelanggan akan bicara ke teman dan kerabatnya, selain tentu saja akan kembali membeli produk.

Ia yakin perusahaan e-commerce-nya ini akan membesar. Ia melihat yang terpenting adalah fokus dalam pengelolaan. “Secara fundamental sama dengan bisnis lain, manajemen harus kuat, proses bisnis harus baik, cost management harus bagus, monitoring, kontrol dan auditing juga harus berjalan dengan baik,” paparnya.

Untuk mempromosikan Cantik.com, tim Antonius menjalankan digital marketing dan offline marketing. Karena pembeli produk fashion masih dari offline, dilakukan pula cara community building. Juga, secara reguler pihaknya mengadakan pameran di gedung perkantoran besar. “Kami perkenalkan apa itu Cantik.com, bagaimana cara membeli produk di web kami. Barangnya juga dipajang agar calon pembeli bisa melihat dan merasakan produk kami,” ujarnya.

Cantik.com pun memanfaatkan figur selebritas untuk menjadi endorser. Juga, menggunakan fasilitas media sosial agar jangkauan promosinya lebih luas. “Kami tidak mau jorjoran dalam aspek marketing, tetapi lupa dengan produknya sendiri. Karena, esensi bisnis ada pada produknya. Kalau produk bagus, biaya pemasarannya tidak perlu besar. Product will speak for itself,” kata Antonius.

Menurut penggemar olahraga golf, snowboard dan tenis ini, pihaknya pun peduli urusan R&D. Pihaknya sangat selektif dalam memilih pemasok dan penjahit yang mendukung produksinya. Saat ini ada lima pabrik garmen yang bekerja sama dengan Cantik.com. “Seleksi kami sangat ketat, karena kami tidak mau pelanggan kecewa dengan produk Cantik.com,” kata lelaki kelahiran 20 Januari 1984 ini.

Antonius mengklaim pertumbuhan bisnis Cantik.com cukup bagus. “Pertumbuhan penjualannya 40%-50% per bulan,” ujarnya. Ia berniat mengembangkan bisnis e-commerce fashion khusus pria di masa mendatang. (*)

Sumber: http://swa.co.id/youngsterinc/entrepreneur-youngsterinc/antonius-bong-garap-e-commerce-lewat-cantik-com