Dasar-Dasar Akuntansi Sumber Daya Manusia

1. Definisi Akuntansi Sumber Daya Manusia.

Human Resource Accounting (HRA) telah didefinisikan oleh American Accounting Association's Committee on Human Resource Aocounting sebagai "process of identifying and measuring data about human resources and communicating this information to interested parties (proses pengidentifikasian dan pengukuran data mengenai sumber daya manusia dan pengkomunikasian informasinya terhadap pihak-pihak yang berkepentingan).



Secara sederhana HRA didefinisikan sebagai "the recording, management, and reporting of personnel costs" (mencatat, mengatur dan melaporkan biaya-biaya sumber daya manusia.







HRA sebagai "measuring investment made by organizations in people, the cost of replacing those peopre, and value of people to the enterprise" (mengukur investasi yang dilakukan oleh perusahaan dalam hal sumber daya manusia, biaya yang menggantikan sumber daya manusia tersebut dan nilai sumber daya manusia terhadap perusahaan.



Jadi pada intinya, konsep HRA adalah bagaimana perusahaan mengukur sumber daya manusia yang ada pada perusahaan dan mengkomunikasikannya pada para stake holder.



2. Tujuan Akuntansi Sumber Daya Manusia.

Tujuan human resource accounting sebagai berikut :

a. Quantitative information (informasi kuantitatif). Untuk menyediakan informasi kuantitatif atas sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan yang dapat digunakan oleh manajemen dan para investor dalam membuat keputusan.

b. Evaluation methods (metode evaluasi). Untuk menyediakan metode evaluasi bagi utilisasi sumber daya manusia.

c. Theory and Model (teori dan model) untuk menyediakan suatu teori dan variabel-variabel yang relevan untuk menjelaskan nilai sumber daya manusia pada organisasi formal, mengidentifikasi variabel-variabel yang relevan, dan mengembangkan sebuah model yang ideal bagi manajemen sumber daya manusia.



3. Asumsi-Asumsi Mengenai Akuntansi Sumber Daya Manusia.

Human resource accounting memiliki 3 (tiga) asumsi dasar:

a. People are valuable organizational resources (karyawan adalah sumber daya organisasional yang berharga). Asumsi pertama dari human resource accounting bahwa karyawan adalah sumber daya perusahaan yang berharga. Mereka yang menyediakan pelayanan bagi masa kini dan masa yang akan datang tapi mereka tidak dimiliki sebagaimana mesin dan bahan baku. Investasi sumber daya dapat dilaporkan tanpa ownership. Sebagai contoh, perusahaan dapat mengakumulasi acquisition cost dan development cost seperti halnya replacement cost. Data human resource accounting dapat disajikan sebagai supplementary material pada laporan eksternal konsep konvensional.



b. Influence of management style (pengaruh gaya manajemen). Asumsi kedua dari human resources accounting bahwa sumber daya dapat dipengaruhi oleh cara perusahaan mengatur (managed). Beberapa perilaku dan gaya manajemen mungkin meningkatkan motivasi karyawan dan meningkatkan produktivitas, saat gaya manajemen lain mungkin menurunkan motivasi dan kemudian menurunkan produktivitas.



c. Need for human resources information (kebutuhan akan informasi sumber daya manusia). Asumsi ketiga dari human resources accounting adalah bahwa informasi mengenai human resources cost dan vulue adalah penting bagi manajemen karyawan sebagai suatu sumber daya perusahaan yang efisien dan efektif. Human resource cost dan value berguna dalam berbagai aspek dari proses manajemen sumber daya manusia, termasuk perencanaan dan pengendalian akuisisi (plunning and control ef ucquisition), pengembangan (development), komposisi (composition), konservasi (conservation), pemanfaatan tenaga kerja (utilization of people). Dalam hal ini, HRA dimaksudkan sebagai suatu komponen dari sistem informasi akuntansi manajerial.



sumber: ilmu-ekonomi.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.